Hari mulai menua
Langit telah melepas jubah birunya
Dan memulai merajut warna jingga
Matahari mulai merangkak dari ufuk Barat
Setelah seharian terjaga dengan gagah
Waktu berganti
Tak lama, waktupun mengkhatamkan dirinya pada maghrib
Langit jadikan dirinya gelap
Dan bintang-gemintang gantikan euphoria siang
Bulan bersinar merajai malam
Semua berputar dan menjalankan titah Tuhannya dengan indah
Cara yang mahaindah
Subhanallah, indahnya fantasi langit yang kau ciptakan, Robb ..
-Ghinanti Rinda Dewi-
Pesantren Persatuan Islam 1 Bandung
Kamis, 15 Desember 2011
Sabtu, 03 Desember 2011
Space Painting
Melukis dengan kuas? Tampaknya itu sudah biasa dilakukan. Ada yang berbeda dalam hal seni lukis di kawasan Rempoa, Ciputat. Ya, inilah yang kerap dilakukan Galaksi Imaji Langit. Sebuah komunitas yang menyalurkan ekspresinya melalui lukisan ala Space Painting.
Space Painting pertama kali muncul di Meksiko pada tahun 1980-an. Ia merupakan seni melukis luar angkasa dengan menggunakan pylox dan kertas duplek (kertas yang licin).
Luar angkasa, yang kita ketahui memiliki sedikitnya warna. Namun, komunitas yang dirintis oleh Rio, Dhito, dan Andi ini dapat mengeksplorasi luar angkasa dengan ragam warna kesukaan mereka. Lalu apakah hasil lukisan itu adalah perwujudan mereka terhadap luar angkasa?
Tentang ini, Rio, salah satu perintis komunitas ini, memiliki secercah pendapat. Tampaknya terlalu mubazir bila Tuhan menciptakan kehidupan seluas ini, tapi yang memiliki kehidupan hanya di bumi. Tentu ada kehidupan lain, hanya saja manusia tidak mengetahuinya.
“Kita hanya sekadar membelokkan rasional itu. Kita bikin sesuatu yang nggak ada, cuma dibikin ada lewat lukisan saja. Kita imajinisikan saja menurut lo ada dunia lain selain di bumi. Imajinasikan bentuknya kayak gimana. Ya, ini yang kita gambar-gambarin. Ekspresi-ekspresi kita tuh kayak begini,” jelasnya.
Belum ada yang mempopulerkan lukisan seperti ini di Indonesia. Keindahan, gemerlap cahaya, dan bulatnya planet di luar angkasa, serta warna dalam pikiran mereka, disatukan ke dalam imajinasi yang pada akhirnya menemukan tempat sepantasnya.
Bebas menciptakan bulatan planet dengan tekstur dan warna apapun. Tekstur Planet yang kuning kecoklatan tak karuan seakan menunjukkan permukaan yang kasar. Dan, paduan warna bebatuan yang menjulang tinggi ke atas, seluruhnya hadir dalam salah satu karya mereka.
Mereka belum mau beralih untuk melukis selain luar angkasa. Orang-orang masih menikmati luar angkasa ciptaan mereka. Ditambah dengan karya mereka yang didalamnya ada kombinasi dengan budaya Indonesia. Tapi menurut Rio, karya bukanlah hal yang seru, karena yang membuatnya seru adalah proses menjadi karya tersebut.
Dalam menghasilkan karya tersebut, perlu pembiasaan diri dengan teknik-tekniknya. Yang menggelutinya tak mesti orang yang memiliki bakat menggambar.
Kamis, 03 November 2011
Lukisan Alam
Dunia adalah panggung sandiwara, yang didalamnya terdapat lukisan alam yang sangata luar biasa, gunung terbentang mengelilingi tempat kehidupan, laut terhampar luas, sejauh mata memandang, pohon rindang berdiri kokoh seolah-olah takkan roboh, ya Rob, betapa indah semua lukisan –Mu ini,membuat kami sadar bahwa hanya Eungkaulah yang maha kuasa menciptaknnya.
By: Dwi Asri Rahmawat
By: Dwi Asri Rahmawat
'' ALAM ''
Alam kita !!
Alam adalah sarana yang paling utama untuk hidup kita...
Dan,,hanya alam lah kita bisa menikmati indahnya hidup ..
... Dengan di kelilingi alam yang sangat indah ..
Dan jangan merusak apa yang ada di alam
Tanpa alam , kita tidak mungkin bisa bertahan
hidup..
Penebangan hutan , anyaknya hewan yang terancam punah ,,
banjir, tanah longsor , kebaakaran hutan, dan sampai penumpukan sampah..
itu adalah ulah manusia sendiri ..itu semua karena kita....karena kita ...
yang tidak bisa menjaga alam dengan baik..
karena itulah allah menciptakan alam itu untuk di jaga
dengan bai, dan di rawat dengan baik..
Dan allah menyuruh kita ,untuk mengelola bumi ..
Termasuk alam semesta ini .. jangan hanya bisaa membuat kerusakan ,,
Tapi yakinlah kita pasti bisa mengelola bumi dan alam ini dengan baik....
‘’karena alam ,,milik kita..’’
Di tulis oleh ; indriyani fajriyah rosyadah
Ppi 1 bandung
Alam adalah sarana yang paling utama untuk hidup kita...
Dan,,hanya alam lah kita bisa menikmati indahnya hidup ..
... Dengan di kelilingi alam yang sangat indah ..
Dan jangan merusak apa yang ada di alam
Tanpa alam , kita tidak mungkin bisa bertahan
hidup..
Penebangan hutan , anyaknya hewan yang terancam punah ,,
banjir, tanah longsor , kebaakaran hutan, dan sampai penumpukan sampah..
itu adalah ulah manusia sendiri ..itu semua karena kita....karena kita ...
yang tidak bisa menjaga alam dengan baik..
karena itulah allah menciptakan alam itu untuk di jaga
dengan bai, dan di rawat dengan baik..
Dan allah menyuruh kita ,untuk mengelola bumi ..
Termasuk alam semesta ini .. jangan hanya bisaa membuat kerusakan ,,
Tapi yakinlah kita pasti bisa mengelola bumi dan alam ini dengan baik....
‘’karena alam ,,milik kita..’’
Di tulis oleh ; indriyani fajriyah rosyadah
Ppi 1 bandung
Speak at the Forest
Tertidur di empuknya tanah
Terselimuti daun-daun segar
Terasa embun pagi hari yang sejuk
Membuat alam ini semakin indah
Hujan Derasnya membasahi hutan
Tetes air menghancurkan batu
Terbasah bulu kuduk ini
Segarkan badan nan bugar
Sinarnya matahari yang terang
Awanpun seputih salju
Laut biru langit cerah
Terbayang seluncur pelangi
Terlentang di padang rumput
Menatap birunya langit
Imajinasi bermain pada awan
Hangatnya UVB membuat tertidur
Daun serasa bernyanyi di hati
Gunung menjadi penjaga kanan-kiri
Alam berbincang dengan hati ini
Buah segar lengkapi perut ku ini
Oleh: Rifqi Azhar Nugraha
Terselimuti daun-daun segar
Terasa embun pagi hari yang sejuk
Membuat alam ini semakin indah
Hujan Derasnya membasahi hutan
Tetes air menghancurkan batu
Terbasah bulu kuduk ini
Segarkan badan nan bugar
Sinarnya matahari yang terang
Awanpun seputih salju
Laut biru langit cerah
Terbayang seluncur pelangi
Terlentang di padang rumput
Menatap birunya langit
Imajinasi bermain pada awan
Hangatnya UVB membuat tertidur
Daun serasa bernyanyi di hati
Gunung menjadi penjaga kanan-kiri
Alam berbincang dengan hati ini
Buah segar lengkapi perut ku ini
Oleh: Rifqi Azhar Nugraha
Jumat, 21 Oktober 2011
Pantai Suatu Maha Karya
Luasnya hamparan samudera biru
Tak berujung
Membuat rasa kagum dalam hati sanubari
Berarak awan putih
Dibatas cakrawala
Pendarkan cahaya mentari
Camar yang beterbangan
Ditemani sang angin
Meniupkan kesejukan
Sela pepohonan
Suara ombak laut yang memecah di pantai
Berdebur gemuruh menyanyikan lagu damai
Melambai nyiur hijau
Di sepanjang tepian
Menjadi saksi setia
Keagungan Ilahi kebesaran tercipta
Dijaga dan disyukuri
Selama-lamanya
Reff:
Di pantai terasa
Damai, bebas, lepas, tak terbatas
Memandang mahakarya
Yang tak akan ternilai harganya
Terbetik di jiwa
Allah yang mencipta segalanya
Sangat luar biasa
Puji syukur pada-Nya
Melambai nyiur hijau
Di sepanjang tepian
Menjadi saksi setia
Keagungan Ilahi kebesaran tercipta
Dijaga dan disyukuri
Selama-lamanya
Reff:
Di pantai terasa
Damai, bebas, lepas, tak terbatas
Memandang mahakarya
Yang tak akan ternilai harganya
Terbetik di jiwa
Allah yang mencipta segalanya
Sangat luar biasa
Puji syukur pada-Nya
By: Shaffix
Tak berujung
Membuat rasa kagum dalam hati sanubari
Berarak awan putih
Dibatas cakrawala
Pendarkan cahaya mentari
Camar yang beterbangan
Ditemani sang angin
Meniupkan kesejukan
Sela pepohonan
Suara ombak laut yang memecah di pantai
Berdebur gemuruh menyanyikan lagu damai
Melambai nyiur hijau
Di sepanjang tepian
Menjadi saksi setia
Keagungan Ilahi kebesaran tercipta
Dijaga dan disyukuri
Selama-lamanya
Reff:
Di pantai terasa
Damai, bebas, lepas, tak terbatas
Memandang mahakarya
Yang tak akan ternilai harganya
Terbetik di jiwa
Allah yang mencipta segalanya
Sangat luar biasa
Puji syukur pada-Nya
Melambai nyiur hijau
Di sepanjang tepian
Menjadi saksi setia
Keagungan Ilahi kebesaran tercipta
Dijaga dan disyukuri
Selama-lamanya
Reff:
Di pantai terasa
Damai, bebas, lepas, tak terbatas
Memandang mahakarya
Yang tak akan ternilai harganya
Terbetik di jiwa
Allah yang mencipta segalanya
Sangat luar biasa
Puji syukur pada-Nya
By: Shaffix
Mother Nature
Bila hutan yang hijau telah gersang
Bila kicau burung hanya terkurung
Bila bening sungai berganti kelam
Bila nyanyian alam menjadi hilang
Kemana kita harus pergi..?
Dimana kita kan mencari..?
Reff:
Kerusakan di muka bumi karena tangan-tangan manusialah semata
Dan manusialah yang akan merasakan akibatnya
Let’s start to care and love mother nature
Bila mentari tertutup asap hitam
Bila udara tak lagi menyegarkan
Bila kehidupan tak pedulikan alam
Bila semua hanyalah keegoisan
Kemana kita harus pergi
Dimana kita kan mencari
Apakah kesadaran kita baru terjaga
Ketika kekuatan alam telah menurunkan bencana
Segeralah berbenah di waktu yang tersisa
Reff:
Kerusakan di muka bumi karena tangan-tangan manusialah semata
Dan manusialah yang akan merasakan akibatnya
Let’s start to care and love mother nature
Now let’s start to care and love mother nature
By: Shaffix
Bila kicau burung hanya terkurung
Bila bening sungai berganti kelam
Bila nyanyian alam menjadi hilang
Kemana kita harus pergi..?
Dimana kita kan mencari..?
Reff:
Kerusakan di muka bumi karena tangan-tangan manusialah semata
Dan manusialah yang akan merasakan akibatnya
Let’s start to care and love mother nature
Bila mentari tertutup asap hitam
Bila udara tak lagi menyegarkan
Bila kehidupan tak pedulikan alam
Bila semua hanyalah keegoisan
Kemana kita harus pergi
Dimana kita kan mencari
Apakah kesadaran kita baru terjaga
Ketika kekuatan alam telah menurunkan bencana
Segeralah berbenah di waktu yang tersisa
Reff:
Kerusakan di muka bumi karena tangan-tangan manusialah semata
Dan manusialah yang akan merasakan akibatnya
Let’s start to care and love mother nature
Now let’s start to care and love mother nature
By: Shaffix
Damai
Damai yang dirasa
Melihat warnanya
Tenangnya dimindaku
Suasana kehijauan yang indah
Kicauan berburung rimba
Berterbangan bebas di dalam rimba raya
Pepohon turut berlagu
Menerima sentuhannya sinaran sang mentari hari
Reff:
Oh.. Di alam rimba
Damai dirasa
Segala-galanya
Terlukis sempurna
Oh.. Di alam rimba
Keajaibannya
Pesona dijiwa
Di rimba tiada
Derita sengketa
Tiada ku dengari
Tangisan sepi yang mengguris hati
Sang pelangi ceria
Menanti kehadirannya gerimis senja
Bisikan desiran air
Turut sama menghiasi keindahan ciptaan Ilahi
Damai yang dirasa
Melihat warnannya
Tenangnya dimindaku
Suasana hijau yantg indah
Kicauan berburung rimba
Berterbangan bebas di dalam rimba raya
Pepohon turut berlagu
Menerima sentuhannya sinaran sang mentari hari
Reff:
Oh.. Di alam rimba
Damai dirasa
Segala-galanya
Terlukis sempurna
Oh.. Di alam rimba
Keajaibannya
Pesona dijiwa
by: Nowseeheart
Melihat warnanya
Tenangnya dimindaku
Suasana kehijauan yang indah
Kicauan berburung rimba
Berterbangan bebas di dalam rimba raya
Pepohon turut berlagu
Menerima sentuhannya sinaran sang mentari hari
Reff:
Oh.. Di alam rimba
Damai dirasa
Segala-galanya
Terlukis sempurna
Oh.. Di alam rimba
Keajaibannya
Pesona dijiwa
Di rimba tiada
Derita sengketa
Tiada ku dengari
Tangisan sepi yang mengguris hati
Sang pelangi ceria
Menanti kehadirannya gerimis senja
Bisikan desiran air
Turut sama menghiasi keindahan ciptaan Ilahi
Damai yang dirasa
Melihat warnannya
Tenangnya dimindaku
Suasana hijau yantg indah
Kicauan berburung rimba
Berterbangan bebas di dalam rimba raya
Pepohon turut berlagu
Menerima sentuhannya sinaran sang mentari hari
Reff:
Oh.. Di alam rimba
Damai dirasa
Segala-galanya
Terlukis sempurna
Oh.. Di alam rimba
Keajaibannya
Pesona dijiwa
by: Nowseeheart
Langganan:
Postingan (Atom)



